Perbedaan Besi Behel Polos dan Ulir

Besi behel atau besi beton adalah jenis besi yang banyak digunakan sebagai bahan pembuat tulangan bangunan. Biasanya, besi jenis ini akan menjadi tulang dari komponen bangunan yang terbuat dari beton, yakni sejenis campuran dari kerikil, pasir, dan juga semen sebagai perekat. Nantinya, hasil dari campuran ini akan menyerupai batuan ketika sudah mengering. Karena penggunaanya yang penting, maka harga besi behel Palembang terbilang lebih mahal dari jenis besi lain pada umumnya.

Besi behel polos dan ulir, walaupun keduanya tergolong dalam besi behel, ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Tidak hanya dari bentuk permukaannya saja yang berbeda, keduanya ternyata memiliki perbedaan dari sisi kekuatan dan rekomendasi pemasangan.

Selain kedua jenis besi behel di atas, ada juga satu jenis lain, yakni besi behel berkuping. Besi behel berkuping ini sebenarnya adalah besi behel polos yang mengalami gagal produksi ketika melalui proses peleburan dan pencetakan. Alhasil, permukaannya tidaklah polos sempurna, melainkan terdapat beberapa ulir tak beraturan atau sekadar ada bagian yang menonjol. Selain itu, sebenarnya juga ada juga barang reject yang jauh lebih parah. Namun, karena sudah tidak sesuai lagi dengan fungsinya, maka barang tersebut didaur ulang lagi dengan melakukan penambahan volume atau penambahan lapisan.

Besi behel ulir sendiri sebenarnya mirip dengan behel kuping, yakni memiliki ulir atau sirip. Bedanya, tiap sirip harus rapi dan teratur. Ukuran sirip harus sama dan relatif tersambung bulat satu sama lain.

Jika dibandingkan dari segi kekuatan, maka dapat dengan tegas dikatakan bahwa besi behel ulir memiliki kekuatan yang lebih besar. Hal ini terbukti dari percobaan yang mengatakan bahwa besi behel ulir memiliki ketahanan tekan minimal 400 Mpa, sedangkan yang polos hanya memiliki ketahanan terhadap tekanan minimal 240 Mpa.

Selain berbeda dari segi kekuatan, kedua jenis besi ini juga berebeda cukup jauh dari segi harga. Harga besi behel Palembang yang polos jelas lebih murah dibanding harga besi behel ulir.

Teknik Pemasangan Besi Behel

Perlu diperhatikan bahwa besi behel sendiri adalah bahan bangunan yang mungkin akan paling banyak memakan biaya dibandingkan yang lainnya. Oleh karena itu, kita harus bisa benar-benar bijak dan menemukan titik tengah antara kekuatan bangunan dan juga efisiensi biaya. Memang benar bahwa besi behel ulir lebih kuat, namun harganya juga jauh lebih mahal. Selain itu, teknik pemasangan besi behel ulir juga jauh lebih sulit. Besi behel ulir sangat kuat sehingga susah untuk dibengkokkan dan akhirnya hal ini berpengaruh pada tingkat kesulitan pemasangan. Jadi bisa dipahami bila para pemborong bangunan lebih suka memilih besi behel polos supaya mudah dikerjakan.

Soal teknik pemasangan atau penggunaan, besi behel ulir sangat dianjurkan untuk tulangan longitudinal atau tulangan yang bersifat memanjang agar ia dapat menjadi kekuatan utama. Di samping itu pengerjaan juga akan menjadi jauh lebih mudah. Penggunaan tulangan longitudinal atau memanjang tidaklah terlalu banyak memerlukan proses memotong atau membengkokkan. Sedangkan, untuk besi behel polos, sebaiknya besi behel tersebut digunakan untuk tulangan geser, sengkang dan behel (satu-satunya penerapan yang sesuai dengan nama besi itu sendiri). Namun bagi yang mengejar kesempurnaan, tentu saja sebaiknya secara kesuluruhan menggunakan besi behel ulir. Namun, mengingat harga besi behel Palembang bentuk ulir yang mahal, maka biaya yang dibutuhkan pun akan membengkak dibandingkan penggunaan besi polos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *